STIT SYEKH BURHANUDDIN: Investasi Akhirat, Berkah untuk Nagari
Sep 27, 2025 Sep 27, 2025
STIT SYEKH BURHANUDDIN: Investasi Akhirat, Berkah untuk Nagari
STIT SYEKH BURHANUDDIN: Investasi Akhirat, Berkah untuk Nagari

STIT SYEKH BURHANUDDIN: Investasi Akhirat, Berkah untuk Nagari

Oleh: Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag Tuanku Mudo

Menyongsong wisuda ke 34 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin, 25 September 2025 di hotel Pangeran Beach Padang, patut rasanya dibuat refleksi untuk dipahami pemangku kepentingan dan civitas akademika.

Dalam Islam, pendidikan adalah amal jariyah yang menjadi investasi akhirat. Rasulullah bersabda: "Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya" (HR. Muslim).

STIT Syekh Burhanuddin hadir sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang menggabungkan nilai akademik, sosial, dan spiritual. Ia bukan sekadar institusi formal, tetapi juga wakaf keilmuan dan peradaban untuk menjaga Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Minangkabau.

Landasan Ilmiah dan Regulasi. Regulasi Pendidikan Tinggi.
UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, menegaskan pendidikan tinggi berfungsi mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta membentuk peradaban bangsa yang bermartabat.
PP No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi, memberi ruang bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.
UU No. 17 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Layanan Keagamaan, menguatkan peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam pelayanan keagamaan dan peningkatan kualitas umat. Akta Yayasan, Statuta dan peraturan lainnya.


STIT Syekh Burhanuddin berdiri dalam koridor hukum dibawah binaan Kordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta (KOPERTAIS) memiliki keunggulan dan kekhasan  mengintegrasikan nilai lokal ABS-SBK ke dalam praktik akademik. Khusus menjaga marwah dan warisan Syekh Burhanuddin.

Perspektif Ekonomi Pendidikan.Pendidikan adalah investasi jangka panjang (human capital). Menurut teori Human Capital (Gary Becker), setiap rupiah yang ditanamkan pada pendidikan akan kembali dalam bentuk peningkatan produktivitas individu dan masyarakat.
STIT Syekh Burhanuddin menanamkan ilmu agama, akhlak, dan kepemimpinan nagari, yang hasilnya bukan hanya ekonomi, tetapi juga modal sosial dan spiritual.

Dimensi Ekoteologi dan Sosial. Dalam perspektif ekoteologi Islam, manusia adalah khalīfah fī al-arḍ (QS. Fāṭir: 39).Pendidikan di STIT bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga agen moral yang menjaga lingkungan sosial, budaya, dan agama dari kerusakan.

Resiliensi dan Strategi. 
Ditengah derasnya tantangan Perguruan Tinggi Islam Swasta, STIT SB terus berlayar dengan memastikan arah yang jelas dan ikhlas. Di antaranya:

1.Manajemen Profesional (Kudo Manambang nan Diberi Sagu)

STIT SB dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keikhlasan. Pembina dan pengurus tidak menerima insentif finansial, menegaskan semangat amal jariyah. Kecuali sebatas transportasi setiap kali rapat, yang jumlah terbatas.

2.Optimalisasi Warisan Syekh Burhanuddin

Branding nama besar Syekh Burhanuddin lewat seminar nasional dan internasional, publikasi buku, dan media digital.

Halaqah Tuanku dan Majelis Syekh dan Tuanku Bersanad (610 anggota).

Program Tuanku Sarjana bersama pesantren (Nurul Yakin, Ambung Kapur, PPMTI Batang Kabung).

3.Sato Saki, Basamo Mambangun Nagari

STIT SB menjawab tantangan: lemahnya pemahaman Islam, krisis moral, pergeseran budaya, hingga ancaman digitalisasi. 

Ikut mencegahnya dan terus berkontribusi:

a. Penguatan dakwah di kampus, surau, dan masjid.

b. Mendampingi masyarakat melalui gerakan moral dan keilmuan.

c. Kolaborasi strategis dengan Pondok Pesantren Luhur Syekh Burhanuddin untuk meneliti dan menulis Ensiklopedia 100 Syekh dan Tuanku Bersanad. 

d. Mengelola 50 hektar tanah wakaf Sungai Bua sebagai pusat riset, pendidikan, dan kemandirian pesantren.

Implikasi Akademik dan Sosial

1.Akademik: STIT SB berkontribusi dalam pengembangan ilmu keislaman berbasis ABS-SBK, selaras dengan visi PTKI unggul berkelas dunia.

2.Sosial: Menjadi benteng moral nagari dalam menghadapi degradasi budaya, hedonisme, dan krisis kepemimpinan.

3.Ekonomi: Lulusan STIT SB menjadi modal insani bagi pembangunan nagari, dengan jiwa enterpreneurship, dakwah, dan kepemimpinan sosial.

Pengembangan
Jelang wisuda ini sudah diajukan  pembukaan 3 program studi baru. Magister (S2) Pendidikan Islam, gelar M.Pd. Program S1 Hukum Keluarga Islam gelar S.H dan S1 Manajemen Haji dan Umrah gelar SM.

Tahun akademik 2026 tekad semua pihak adalah alih status menjadi INSTITUT AGAMA ISLAM SYEK BURHANUDDIN. Mohon dukungan dan doa semua kita.

Penutup

STIT Syekh Burhanuddin adalah investasi akhirat yang diwujudkanp dalam bentuk pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan nagari. Ia sejalan dengan regulasi negara, dikuatkan oleh dalil syar‘i, dan diteguhkan oleh tradisi ABS-SBK. “Mengabdi untuk nagari, menguatkan agama, menjaga peradaban—itulah berkah STIT Syekh Burhanuddin untuk dunia dan akhirat.”

PENUTUP

STIT Syekh Burhanuddin adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi Islam dapat menjadi investasi akhirat yang memberi berkah dunia dan nagari. Dengan fondasi regulasi nasional (UU 12/2012, PP 4/2014, UU 17/2022), STIT tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga menegakkan nilai luhur Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Resiliensi manajemen yang transparan dan berbasis keikhlasan, optimalisasi warisan Syekh Burhanuddin, serta strategi Sato Saki Basamo Mambangun Nagari menunjukkan bahwa STIT tidak sekadar mencetak sarjana, tetapi agen perubahan moral, sosial, dan kultural.

Ke depan, dengan pembukaan prodi baru (S2 PAI, S1 Hukum Keluarga Islam, S1 Manajemen Haji dam Umrah) dan rencana alih status menjadi Institut Agama Islam Syekh Burhanuddin (IAISB), lembaga ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan ilmu, moral, dan kepemimpinan nagari yang memberi kontribusi nyata bagi bangsa. Ds.24092025.

Please Login to comment in the post!
Relate Post
Berita Nasional
KERAGAMAN ITU POTENSI

Read More
Berita Nasional
WAFATNYA ULAMA LIMA ZAMAN BUYA BAGINDO M.LETT...

Read More
Berita Nasional
BASAPA: TRADISI, PROSESI DAN REKOMENDASI

Read More
Berita Nasional
SEJARAH "TABUIK PIAMAN" DAN PERAN DAKWAH SYEI...

Read More
Berita Nasional
KONTROVERSINYA AL HAJJAJ BIN YUSUF ATS TSAQAF...

Read More
" />