H. ARISAL AZIZ ANGGOTA DPR RI DI PERJALANAN KAN DAN TAQDIR HIDUP Berita Nasional

H. ARISAL AZIZ ANGGOTA DPR RI DI PERJALANAN KAN DAN TAQDIR HIDUP

Admin 08 Mei 2026, 08:34 WIB 7 dibaca 0 komentar
Bagikan:

H. ARISAL AZIZ ANGGOTA DPR RI DI PERJALANAN KAN DAN TAQDIR HIDUP

Oleh: Prof.Dr. Duski Samad, M.Ag
Ketua Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin Pariaman

Bakda Jum’at, 08 Mei 2026, pimpinan Yayasan dan Ketua STIT Syekh Burhanuddin Pariaman berkesempatan berdiskusi dengan Anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat II, Arisal Aziz, di poskonya di Kampung Dalam, Padang Pariaman.

Pertemuan itu menghadirkan kesan mendalam. Di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat dan pengusaha nasional, beliau tetap menerima tamu dengan sederhana, terbuka, dan penuh perhatian. Dari perbincangan tersebut tampak bahwa perjalanan hidup seseorang memang sering kali bukan sekadar hasil rencana manusia, tetapi juga bagian dari jalan taqdir yang digariskan Allah SWT.

H. Arisal Aziz lahir pada 14 Agustus 1972 di Pariaman, dari keluarga petani sederhana dengan sembilan bersaudara. Karena keterbatasan ekonomi, beliau sempat dua kali putus sekolah ketika SMP dan SMA. Namun keterbatasan itu tidak mematahkan semangat hidupnya. 

Masa mudanya dihabiskan dalam perjuangan keras di rantau. Ia pernah menjadi penjual tiket bus di Terminal Mayang Terurai Pekanbaru pada awal 1990-an. Dari dunia terminal itulah ia belajar tentang kerja keras, membaca peluang, dan memahami kehidupan masyarakat kecil. 

Perjalanan usaha dimulai dari agen transportasi dan travel. Tahun 2000 beliau mendirikan CV Indah Travel, lalu berkembang menjadi PT Indah Logistik Cargo pada tahun 2007. Kini perusahaan tersebut berkembang menjadi jaringan logistik besar dengan ratusan cabang di Indonesia bahkan Malaysia. 

Namun menariknya, keberhasilan ekonomi itu tidak membuat beliau jauh dari masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa salah satu kekuatan utama H. Arisal Aziz adalah kepedulian sosialnya. Berbagai sumber menyebutkan keterlibatan beliau dalam santunan anak yatim, ambulans gratis, bedah rumah, rehabilitasi pesantren, bantuan rumah ibadah, hingga dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pendidikan umat. 

Dalam diskusi tersebut juga tergambar cita-cita besar beliau tentang pembangunan umat. Di antaranya menghadirkan model Pesantren Al Idrisiyah di berbagai provinsi, mendirikan puluhan masjid, dan membuka ruang bantuan terhadap berbagai proposal masyarakat. Ini menunjukkan bahwa orientasi hidupnya bukan hanya membangun bisnis, tetapi juga membangun peradaban.

Al-Qur’an mengingatkan: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)


Dalam realitas sosial, tidak semua pemimpin lahir karena ambisi kekuasaan. Ada yang justru didorong masyarakat untuk memimpin karena rekam jejak pengabdian dan kedekatannya dengan umat. Kepercayaan publik tidak datang tiba-tiba, tetapi lahir dari proses panjang, ketulusan, dan kemampuan menghadirkan manfaat nyata.

Perjalanan hidup H. Arisal Aziz memperlihatkan bahwa taqdir bukan alasan untuk pasrah tanpa usaha. Taqdir berjalan bersama ikhtiar. Orang yang bekerja keras, menjaga amanah, dan memperluas manfaat sering kali dipertemukan Allah dengan peluang besar yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Gagasan mendirikan 99 masjid juga bukan sekadar proyek fisik. Dalam tradisi Islam, masjid adalah pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, dan pelayanan umat. Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah, yang pertama dibangun bukan istana, tetapi masjid.

Hadis Nabi SAW menyebutkan: “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PAN untuk Dapil Sumatera Barat II dengan raihan lebih dari 107 ribu suara, beliau kini memikul amanah besar sebagai wakil rakyat. 

Catatan perjalanan hidup beliau memberikan pelajaran penting bagi generasi muda Minangkabau: bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, dan kesuksesan sejati bukan hanya tentang kekayaan, tetapi tentang kebermanfaatan.

Pada akhirnya, kemuliaan seseorang bukan diukur dari seberapa tinggi ia berdiri, tetapi seberapa banyak manusia yang merasakan manfaat dari kehadirannya.ds.

Komentar

Silakan masuk untuk memberikan komentar.

Masuk

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berlangganan Newsletter

Dapatkan berita terpilih langsung di kotak masuk Anda setiap hari.